Sunday, July 1, 2012

Darma Mangkuluhur Juara di Makau


Makau - Prestasi menggembirakan berhasil ditorehkan Darma Mangkuluhur di ajang Asian Karting Open Championship (AKOC) 2012 Seri I. Pegokart belia Indonesia itu tampil sebagai juara.

Dalam lomba sepanjang 18 lap di Macau Grand Prix International Circuit, Minggu (1/7/2012), Darma yang turun di kelas KF3 125 cc finis di urutan pertama dan mengalahkan 12 peserta lainnya. Remaja berusia 13 tahun itu membukukan waktu 14 menit 18,692 detik.

Pegokart China, Lee Wai Long, harus puas menjadi runner-up dengan waktu 14 menit 29,109 detik. Sementara itu, posisi ketiga diduduki Jacky Chan Cheuk Hin dari Hong Kong dengan waktu 14 menit 42,481 detik.

Berkat hasil ini, Darma untuk sementara menempati peringkat teratas klasemen AKOC dengan perolehan 40 poin.

Ini hasil yang luar biasa buat saya, dan juga start yang baik buat saya untuk lomba berikut, tutur Darma dalam rilis yang diterima detikSport.

"Hasil ini makin membuat saya termotivasi untuk meraih hasil yang sama pada seri kedua nanti di Filipina. Saya pun berterima kasih pada tim yang telah mendukung saya sejak awal lomba," tambahnya.

Manajer tim Darma, Moreno Soeprapto, berharap pegokartnya ini bisa menjaga konsistensinya di seri-seri selanjutnya.

Yang jelas, Darma harus konsisten dengan penampilannya ini untuk lomba mendatang di Filipina. Saya berharap Darma bisa kembali mengulang prestasinya ini, kata Moreno.


Via: Darma Mangkuluhur Juara di Makau

"Pirlo Bisa Kalahkan Xavi"


KIEV, KOMPAS.com - Mantan pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, menilai lini tengah Spanyol saat ini memang salah satu yang terbaik di dunia. Namun, ia yakin, Italia bisa unggul dalam lini tersebut jika tampil maksimal.

Italia dan Spanyol akan saling berhadapan dalam final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Kedua tim sebelumnya sempat bermain imbang 1-1 di babak penyisihan Grup C.

"Spanyol dan Italia di babak penyisihan grup adalah pertandingan terbaik sepanjang turnamen ini. 'Azzurri' bermain baik dalam laga tersebut," ujar Capello seperti dilansir Football Italia.

"Saya rasa performa Italia hampir sempurna ketika bermain lawan Spanyol dan tidak ada tim lain yang dapat melakukan hal itu di Piala Eropa ini," tuturnya.

Dalam laga ini, perhatian besar memang akan tertuju kepada dua sosok gelandang masing-masing tim. Italia memiliki Andrea Pirlo yang tampil cukup gemilang selama putaran final. Sementara, "La Furia Roja" memiliki Xavi Hernandez yang berkontribusi besar dalam strategi tiki-taka Spanyol.

"Italia bisa menang di lini tengah, asal mereka tidak membiarkan Spanyol untuk terus menguasai bola. Saya rasa mereka (Spanyol) akan memainkan Cesc Fabregras sebagai 'striker'," kata Capello.


Via: "Pirlo Bisa Kalahkan Xavi"

Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram


Muaraenim - Ada yang menarik dari gelaran Kejurnas Arum Jeram di Muaraenim, Sumatera Selatan. Seorang remaja putri yang masih berstatus pelajar SMP termasuk salah satu dewan juri.

Vioni Rima Khairunnisa, atau yang biasa dipanggil Rima, adalah anggota tim juri termuda kejurnas tersebut -- tim juri terjadi dari guru, mahasiswa, dan pelajar yang aktif di organisasi pecinta alam.

Putri dari pasangan Malady dan Suryati Marusin, ini dilahirkan di Pagaralam, Sumatera Selatan, pada 1 Agustus 1999. Saat ini dia tercatat sebagai pelajar kelas dua SMP Sekolah Alam Palembang. Di sekolahnya itu, selain pelajaran umum dan agama, para siswa juga belajar beradaptasi dan memaknai alam, misalnya pratek pertanian, perikanan, serta melakukan penghijauan di lingkungan masyarakat.

Dengan paras cantik dan tubuh mungil, tak heran jika Rima kerap menarik perhatian terutama para peserta kejurnas. Ia terpilih menjadi salah satu tim juri karena aktif di organisasi pecinta alam Gelam Nusantara
Via: Rima: Pelajar SMP Juri Kejurnas Arung Jeram

Kapinis Bandung Masih Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim


Muaraenim - Di hari kedua, Minggu (01/07/2012), dua tim Kapinis asal Bandung masih memimpin Kejurnas Arung Jeram di di Sungai Enim, Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan.

Pada nomor slalom, tim Kapinis 1 meraih waktu terbaik dalam dua kesempatan, yakni 2:42:54, Kapinis 2 dengan catatan waktu 2:46:41, dan posisi ketiga diduduki tim BRC Boogie Banten dengan catatan waktu 2:50:62.

Pada lomba yang mengandalkan tenaga, kecepatan dan ketepatan itu tidak semua tim yang mengikuti lomba melalui gate 10, yang merupakan gate tersulit karena melaluinya dengan melawan arus serta berada dalam himpitan dua batu besar.

"Meskipun poinnya 50, kita tidak mampu melintasinya sebab riskan terkena penalti, dan kesulitan buat melintasi gate 11 dan 12," kata seorang peserta.

Pada dua nomor sebelumnya, sprint dan head to head, tim Kapiris Bandung juga mengungguli tim-tim lainnya. Kini mereka tinggal mengikuti nomor down river yang akan berlangsung Senin (02/07/2012) besok.




Via: Kapinis Bandung Masih Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim

Lorenzo: Hukuman untuk Bautista Tidak Cukup


Assen - Alvaro Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman sebagai hukuman atas insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Namun, Lorenzo menilai hukuman itu tidak cukup.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Bautista di tikungan pertama dan keduanya langsung out.

Atas insiden tersebut, Bautista dinyatakan bersalah dan sudah dijatuhi hukuman. Pebalap Honda Gresini itu akan start datri urutan paling belakand di MotoGP Jerman.

Namun hukuman itu dinilai tidak cukup oleh Lorenzo. Menurut pebalap Yamaha itu, Bautista dihukum tidak boleh ikut balapan sebanyak satu kali.

"Apa yang dia lakukan adalah bencana, tapi keputusan yang diambil lebih menyedihkan," sahut Loranzo ini sepeti dilansir Autosport.

"Setiap saat mereka tidak menghukum pebalap agar mereka bisa mengambil pelajaran di masa depan. Memulai balapan dari posisi paling belakang di balapan berikutnya tidak cukup untuk dijadikan pelajaran."

"Kami harap kami akan beruntung di masa depan dan tidak ada yang terjadi. Tapi jika kita tidak menghukum pebalap, mereka akan melakukan hal gila seperti yang dilakukan Alvaro," tutup pebalap Spanyol itu.


Via: Lorenzo: Hukuman untuk Bautista Tidak Cukup

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors

Gerrard: Inggris Terlalu Bebani Rooney


LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Wayne Rooney tampil dua kali di Piala Eropa 2012, yaitu pada laga terakhir fase Grup D melawan Ukraina (19/6/2012) dan laga perempat final melawan Italia di (24/6/2012).

Saat melawan Ukraina, Rooney mencetak gol yang membawa Inggris menang 1-0 dan masuk perempat final sebagai runner-up.

Melawan Italia, tak ada gol tercipta hingga akhir babak tambahan. Pada babak adu penalti, Inggris kalah 2-4. Satu dari dua gol Inggris dicetak oleh Rooney.

Sebelum Inggris tersingkir, Rooney disanjung pelatih Roy Hodgson. Hodgson menyebut Rooney sebagai Pele-nya Inggris dan pemain yang bisa menentukan hasil pertandingan.

Menurut Gerrard, mengatakan, pujian seperti itu membebani Rooney sehingga ia tak bisa tampil sesuai harapan. Padahal, menurut Gerrard, dalam turnamen besar, yang penting adalah bermain lepas.

"Pada level ini, hal terpenting adalah bermain tanpa beban atau rasa takut. Wajar bila Wayne terbebani karena semua orang mengharapkannya tampil baik," ujar Gerrard.

"Sejak ia ada di sini, ada tekanan karena performanya pada 2004. Wayne diharapkan datang ke turnamen ini dan membawa tim memenangi setiap laga."

"Tanggung jawab itu seharusnya diberikan pada 23 anggota skuad. Tidak adil menoleh pada Wayne dan mengatakan ia adalah alasan kami tidak tampil baik di turnamen-turnamen ini," tuturnya.


Via: Gerrard: Inggris Terlalu Bebani Rooney