Monday, July 2, 2012

Persebaya Naik ke Posisi Kedua


SURABAYA, KOMPAS.com - Fernando Soler (34), ujung tombak Persebaya Surabaya asal Buenos Aires, Argentina, menjadi pahlawan tim Bajul Ijo setelah menciptakan gol melalui kepala tepat tujuh menit sebelum laga berakhir.

Gol itu tercipta melalui Soler pada menit ke-83. Dia memanfaatkan umpan dari Mario Karlovic yang mendapat tendangan bebas. Gol kemenangan bagi Persebaya atas tim tamu, Persiraja Banda Aceh.

Kemenangan 2-1 (1-0) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/7), itu mengangkat Persebaya naik ke posisi kedua klasemen sementara Liga Primer Indonesia (IPL).

Kini, tim Bajul Ijo mengantongi 35 poin dari 20 pertandingan. Persebaya menggeser posisi PSM Makassar untuk menempati peringkat ketiga karena unggul satu poin.

Tambahan tiga poin di kandang sendiri membuat Persebaya percaya diri melawan PSMS Medan pada 11 Juli mendatang.

Gol pertama Persebaya dicetak M Halil pada menit ke-36. Sementara gol semata wayang Persiraja Banda Aceh tercipta melalui Arief Kurniawan pada menit ke-53.

Pelatih Persiraja Herry Kiswanto mengakui, pemainnya kehilangan konsentrasi pada menit-menit terakhir sehingga Soler dapat menciptakan gol bagi kemenangan Persebaya.

Pemain kami tampil maksimal. Namun, dari beberapa peluang yang ada, hanya satu yang menghasilkan gol, ujar Herry.

Pada 15 menit babak pertama, Persebaya tampil cukup agresif sekalipun tidak ada peluang yang membahayakan gawang lawan. Tanpa kehadiran Andik Vermansyah yang tengah membela timnas U-22, hal itu memengaruhi serangan Persebaya yang seolah kehilangan ketajamannya.

Di pengujung babak pertama, gelandang Persiraja, Erik Saputra, hampir menyamakan kedudukan lewat tendangan datarnya yang tidak terjangkau kiper Persebaya, Endra Prasetya.

Namun, bola tersebut berhasil dihalau mantan pemain sayap nasional yang kini bermain untuk Persebaya, Erol Iba, yang berdiri di bawah mistar gawang.

Pelatih Persebaya Divaldo Alves mengaku puas dengan kemenangan tersebut meskipun beberapa pemain inti absen. Dia berharap, Persebaya dapat bertahan menjadi runner-up dengan meraih kemenangan di dua laga berikutnya. Mereka akan berhadapan dengan PSMS Medan di kandang dan Arema Malang dalam laga tandang.

Tanpa gaji

Pada waktu yang sama di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, tempat pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), tuan rumah Persib Bandung meraih kemenangan 3-2 (2-0) atas Persidafon Dafonsoro.

Pelatih Persidafon Ernest Pehelerang mengatakan, mereka menjalani pertandingan itu tanpa persiapan khusus atau program latihan tertentu. Mereka tampil ala kadarnya.

Kondisi itu terjadi karena pemain Persidafon tidak mendapat gaji sejak enam bulan lalu. Itu sebabnya, dia membiarkan para pemainnya tampil lepas dan apa adanya.

Kemenangan ini menempatkan Persib yang ditangani Robby Darwis tetap di peringkat kedelapan. Peluang untuk menjadi pemuncak klasemen mustahil karena terpaut 27 poin dari Sriwijaya FC di urutan pertama.

Persib menyisakan dua laga tandang, yaitu melawan Persiram Raja Ampat pada 5 Juli dan menghadapi Sriwijaya FC pada 11 Juli. (ILO/ELD/NIC)


Via: Persebaya Naik ke Posisi Kedua

Keindahan Itu Bernama "La Furia Roja"


KOMPAS.com - Ratusan juta pasang mata penduduk seluruh penjuru dunia, Minggu (1/7/2012) malam, tertuju ke Stadion Olympic, Kiev, Ukraina. Dalam kemegahan stadion berkapasitas 70.050 penonton itu, dua tim unjuk kekuatan untuk menjadi yang terbaik di ranah Eropa. Peluh keringat dan sikutan tajam lawan diindahkan demi menunjukkan etika sepak bola yang penuh keindahan.

Pada menit ke-90, angka di papan skor raksasa stadion masih tertulis empat bagi Spanyol dan nol untuk Italia. Perasaan cemas dan putus asa campur aduk dengan kegembiraan dan sukacita di bangku-bangku pendukung kedua belah negara. Menit 90+2, wasit asal Portugal, Pedro Proenca, pun membunyikan peluit. Seiring bunyi siulan panjang itu, jelas bahwa keindahan sepak bola itu bernama "La Furia Roja".

Melalui laga final Piala Eropa 2012 tersebut, Spanyol kembali mengukuhkan diri sebagai tim terbaik di Eropa. Tak tanggung-tanggung, tim sekaliber Italia, tim pemilik empat gelar juara Dunia, diganyang empat gol tanpa balas. Xavi Hernandez dan kawan-kawan pun membuktikan kepada dunia, permainan "membosankan" yang kerap dikritik sebelumnya kini harus dihormati setiap lawan-lawannya.

"Mereka (Spanyol) terlalu superior, sehingga penyesalan atas kekalahan ini tidak begitu besar. Ketika bertemu tim dengan kekuatan seperti itu, Anda tentu akan bisa lebih bisa menerima kekalahan ini," ujar Kapten Italia, Gianluigi Buffon, usai pertandingan.

"Tiki-taka"

Tak bisa dipungkiri, salah satu kunci sukses keberhasilan itu adalah strategi "tiki-taka" yang diadopsi oleh Spanyol. Laiknya anak kecil yang tengah bersenang-senang sambil memainkan bola dengan operan-operan akurat, bergerak, lalu berlari lincah ke sana kemari, permainan itu jelas terlihat indah. Sebagian menanggap membosankan, namun tak salah untuk dipraktekan dalam sepak bola.

Salah satu contoh dapat kita lihat yaitu performa Barcelona, tim yang mengusung strategi tersebut selama tiga tahun terakhir. Kecerdasan pelatih, Pep Guardiola, meramu filosofi "Total Football" milik Johan Cruyff, membuat "tiki-taka", menjadi senjata yang sulit dilumpuhkan oleh tim mana pun. "Blaugrana" pun sukses menorehkan tinta emas dalam ranah sepak bola.

Jika ditelisik lebih jauh, justru hanya permainan negatif yang dapat mengimbangi strategi tersebut. Lihat saja, bagaimana Chelsea harus menempatkan hampir seluruh pemainnya di barisan pertahanan, untuk mengimbangi Barcelona pada final Liga Champions musim lalu. Chelsea berhasil juara, namun pecinta bola belum tentu puas dengan taktik "parkir bus" milik mereka.

Pun halnya dengan Italia, yang sebenarnya memiliki kemampuan mengimbangi permainan itu dengan taktik khasnya, "Catenaccio". Namun, pelatih Cesare Prandelli, tak memungkiri bahwa strategi negatif itu, bukan pilihan yang diimpikan jutaan rakyat Italia. Apalagi, strategi serangan "anarkisme" yang tak biasa dilakukan Mario Balotelli dan kawan-kawan terbukti ampuh ketika menghancurkan mimpi Jerman di semifinal.

"Kami tidak takut kepada mereka (Spanyol). Kami akan menyerang karena kami lebih kuat dari saat pertemuan pertama (babak penyisihan Grup C di Gdansk), ujar Prandelli sebelum pertandingan.

Sementara, Del Bosque, sadar betul filosofi "anarkisme" itu hanya bisa dilawan dengan keindahan. Diam ketika strategi 4-6-0 miliknya menuai kritik, Del Bosque kemudian membuktikan bahwa prinsip estetika itulah yang justru dapat meredam permainan Italia yang memiliki pemain-pemain bermental petarung dan semangat tinggi, seperti Andrea Pirlo, Antonio Cassano, dan Balotelli.

Gelandang Spanyol, David Silva, Xavi Hernandez, Xabi Alonso, dan Andres Iniesta mampu membius para penggawa Italia sepanjang pertandingan. Pirlo dan kawan-kawan hanya mampu gigit jari melihat harmoni "La Furia Roja" yang berujung pada empat gol yang masing-masing dicetak Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.

"Spanyol sangat kuat, dan saya rasa ketika kami berada di level tertinggi, kami dapat bermain lagi melawan mereka. Tetapi jika Anda bermain 10 laga, maka Anda akan kalah enam atau tujuh kali," ucap Gelandang Italia, Daniele De Rossi.

Kini, torehan rekor tim pertama yang menjuarai Piala Eropa dua kali berturut-turut, menjuarai tiga turnamen besar secara berurutan, yakni Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2012 dan kemenangan terbesar dalam final Piala Eropa sejak 1960 silam, adalah bukti nyata keampuhan bahwa "El Matador" adalah sang jawara.

Mereka "memaksa" para pecinta bola untuk tak lagi menyematkan embel-embel negatif pada strategi yang mereka terapkan. Berbalut sejarah keagungan Kota Kiev, Ukraina, permainan negeri asal Semenanjung Iberia itu telah menghadirkan sukacita ribuan umat manusia di dunia. Dunia bisa melihat khitah sepak bola sebagai permainan indah di planet bumi.

Felicitaciones, La Furia Roja!


Via: Keindahan Itu Bernama "La Furia Roja"

Balotelli Diklaim Bagian Yahudi


JERUSALEM, KOMPAS.com - Kecemerlangan striker Italia, Mario Balotelli di Piala Eropa 2012, membuatnya menjadi pujaan baru di mana-mana. Tak hanya di Italia, tapi juga di Israel. Bahkan, Balotelli kini diklaim sebagai bagian dari Yahudi.

"Dia salah satu dari kami," kata komentator televisi Israel, Motti Kirschenbaum, seperti dilansir Globalpost.com.

"Dia tak lagi Mario lagi. Mulai sekarang kami semua akan memanggilnya dengan nama Meyer," tambahnya. Kata Meyer adalah sebutan khas orang Israel untuk Mario.

Kenapa demikian? Balotelli dianggap Yahudi melalui garis keturunan ibu angkatnya. Ibu angkatnya, Silvia, adalah keturunan Yahudi.

Balotelli sebenarnya keturunan Ghana yang lahir di Sisilia. Saat berusia dua tahun, dia diadopsi oleh keluarga Balotelli. Ayah angkatnya adalah Thomas Balotelli dan ibu angkatnya Silvia.

Pada semifinal Piala Eropa 2012 lawan Jerman, Balotelli tampil gemilang. Dia mencetak dua gol dan membuat Italia menang 2-1, sekaligus lolos ke final. tapi, di final mereka kemudian dikalahkan Spanyol 0-4.

Setelah partai lawan Jerman, Balotelli mendatangi ibunya yang sengaja datang ke Warsawa untuk menyaksikan penampilan anak angkatnya itu. Balotelli mencium ibunya dan mengatakan, "Gol ini aku dedeikasikan kepadamu, Mama."

Dalam wawancara dengan media, Balotelli menjelaskan, "Aku sudah lama menunggu momen seperti ini, terutama karena ibuku tak lagu muda dan sulit bepergian jauh lagi. Maka, aku harus membuatnya bahagia ketika dia datang ke sini (di pertandingan)."

Sebuah tabloid Israel, Yedioth Acharonoth, saat itu mengulas Balotelli dengan menulis, "Salah satu dari kami!"

Sementara Ma'ariv menulis, "Super-Mario's Uddische Mameh (Mama)."

Balotelli memang tak punya darah Yahudi. Namun, kedekatannya dengan ibu angkatnya membuat media Israel menilainya tak ubahnya sebagai seorang Yahudi, seperti halnya ibunya, Silvia.

Sementara dengan orangtua aslinya, Barwah, Balotelli tak terlalu dekat. Bahkan, dia pernah menunjukkan sakit hatinya karena merasa tak diurus.

"Jika aku tidak menjadi bintang sepak bola dengan nama Mario Balotelli, mereka (orangtuanya) tak akan peduli kepadaku," tulis Balotelli di akun Facebook.

Balotelli juga pernah menunjukkan seolah dirinya bagian dari garis keturunan ibu angkatnya. Setelah tim Italia mengunjungi Auschwitz di Polandia. Itu merupakan tempat kam konsentrasi Nazi yang menjadi saksi pembantaian kaum Yahudi.

Silvia merupakan putri dari salah satu orang Yahudi yang selamat dari Holocaust. Kepada rekan-rekannya, Balotelli mengatakan baha ibunya, Silvia, masih menyimban kotak berisi surat di bawah tempat tidurnya. Surat-surat itu kemungkinan ada hubungan dengan pembantaian itu dan Silvia tak mau mengatakan kepada siapa pun.

Setelah kunjungannya ke Auzchwitz itu, kelompok neo-Nazi mengecam Balotelli. Mereka mengatakan bahwa Balotelli adalah Yahudi kulit hitam yang seharusnya tak membela timnas Italia, melainkan timnas Israel.

Saat Balotelli bermain, suporter lawan juga pernah meneriakkan kata "Yid of monkey" kepadanya.

Sebab itu, justru Balotelli makin mendapat tempat di hati kaum Yahudi. Bahkan, mereka menganggap dia bagian dari mereka. Fans Balotelli di Israel juga semakin banyak.

Noa Segre, seorang pekerja di Jerusalem mengaku selalu mengikuti kisah Balotelli sejak dia masih 10 tahun. "Tentu, saya tahu (dia)." katanya. Saya orang Italia. Sudah diketahui sejak lama (bahwa ibu angkat Balotelli keturunan Yahudi). Dia selalu diejek kaum rasis karena dia hitam dan Yahudi, bahkan saat dia masih kecil di Milan. Kami semua tahu ibunya (angkat) adalah Yahudi yang takkan membiarkan dia bermain bola jika tak mau bersekolah," tuturnya.

Lior Shabo (35), seorang fans dari Jerusalem, berpendapat lain. Menurutnya, media Israel melebih-lebihkan hubungan Balotelli dengan Yahudi.

"Apa urusannya, ini? Tiba-tiba, kami semua bersikap seolah dia (Balotelli) bagian dari kami dan sebelumnya tak seorang pun mengikutinya. Sekarang, setelah kami tahu dia Yahudi kemudian bersikap seolah dia bagian dari kami. Sepekan lalu, dia tak ada hubungannya dengan kami. Saya tak suka ini," kata Lior Shabo.


Via: Balotelli Diklaim Bagian Yahudi

Bersama PSG, Lavezzi Ingin Rengkuh Gelar


PARIS, KOMPAS.com - Penyerang Ezequiel Lavezzi mengungkapkan, keputusannya membela Paris Saint-Germain (PSG) karena ambisinya merengkuh gelar bersama klub raksasa Perancis tersebut.

Pemain asal Argentina itu resmi diboyong dari Napoli dengan durasi kontrak selama lima tahun. Media-media Italia memperkirakan nilai transfer Lavezzi sekitar 30 juta euro atau sekitar Rp 355 miliar.

"Aku tertarik dengan proyek PSG. Aku memiliki kesempatan di sini untuk berkembang di sebuah klub yang sedang meningkat dan terus membuat klub ini maju. Aku memiliki kesempatan memenangkan berbagai gelar dan aku ingin menjadi bagian penting kesuksesan klub ini pada masa yang akan datang," jelas Lavezzi.

Bersama Pelatih Carlo Ancelotti, PSG mengarungi musim yang cukup indah dengan berhasil menjadi runner-up Ligue 1.

"Ligue 1 merupakan liga yang sangat kompetitif. Ini menjadi tantangan baru dan aku sangat suka. PSG adalah klub yang bisa membuatku lebih berkembang. Klub akan sangat penting dalam beberapa tahun mendatang," tutur Lavezzi.

"Javier Pastore mengatakan kepadaku hal yang bagus mengenai klub dan kota ini. Kami berbicara mengenai PSG ketika berada di timnas," sambungnya. (GL)


Via: Bersama PSG, Lavezzi Ingin Rengkuh Gelar

Sharapova Tersingkir, Serena Hadapi Kvitova di 8 Besar


London - Kejutan terjadi di babak keempat dengan tersingkirnya unggulan teratas Maria Sharapova. Kemenangan Serena Williams mengantarnya ke perempatfinal untuk melawan juara bertahan, Petra Kvitova.

Sharapova dikalahkan oleh unggulan 15 Sabine Lisicki dua set langsung dengan skor 4-6, 3-6 di lapangan 1 All England Lawn Tennis, Senin (2/7/2012).

Kekalahan ini turut memupuskan ambisi petenis Rusia itu untuk meraih titel grand slam back to back pasca menjadi kampiun di Prancis Terbuka.

Hasil mengecewakan juga diperoleh Kim Clijsters. Mantan petenis rangking satu dunia ini gagal memenuhi misinya menjuarai Wimbledon sebelum pensiun setelah gelaran AS Terbuka.

Clijster itu tidak mampu mengimbangi permainan unggulan delapan asal Jerman Angelique Kerber dan menyerah 1-6, 1-6. Kerber selanjutnya akan berhadapan dengan Lisicki.

Di partai lain, Serena berjuang lebih keras untuk mengalahkan Yaroslava Shvedova. Eks petenis rangking satu dunia ini mesti melakoni tiga set sebelum memenangi pertandingan dengan kedudukan akhir 6-1, 2-6, 7-5.

Setelah ini Serena akan menghadapi Kvitova, yang di laga lainnya menundukkan Francesca Schiavone. Petenis Republik Ceko itu kalah di set pertama sebelum merebut dua set berikutnya guna memenangi laga 4-6, 7-5, 6-1.

Sementara itu, petenis Austria Tamira Paszek juga lolos ke perempatfinal setelah mengalahkan unggulan 21 asal Italia Roberta Vinci 6-2, 6-2.



Via: Sharapova Tersingkir, Serena Hadapi Kvitova di 8 Besar

Perancis 2016: 24 Negara, 10 Stadion


KIEV, KOMPAS.com - Piala Eropa 2012 sudah selesai, dengan Spanyol menjadi tim yang berdiri hingga akhir. Sementara Polandia dan Ukraina berbenah, UEFA dan Perancis mulai menyiapkan diri untuk Piala Eropa 2016.

Berbeda dari sebelumnya, Piala Eropa 2016 akan diikuti oleh 24 negara. Sebanyak 10 stadion sudah diplot menjadi lokasi pertandingan, yaitu New Bordeaux Stadium (Bordeaux), Stade Felix-Bollaert (Lens), Grand Stade Lille Metropole (Lille), Stade des Lumieres (Lyon), Stade Velodrome (Marseille), Stadium Municipal (Toulouse), Stade Geoffroy-Guichard (Saint-Etienne), Grand Stade Nice (Nice), Parc des Princes (Paris), dan Stade de France (Saint-Denis).

"Menurut saya, kami memiliki segala yang dibutuhkan untuk mendapatkan 24 tim bagus di Eropa. Ketika federasi sepak bola (sebuah negara) ambil bagian dalam sebuah turnamen, mereka melakukannya dengan bangga. Ini bagus untuk mempromosikan sepak bola, mengembangkan tim nasional dan pemain muda di negeri itu," Presiden UEFA, Michel Platini.

Perancis pernah dua kali menjadi tuan rumah Piala Eropa, yaitu 1960 dan 1984. Perancis menjadi semifinalis pada 1960 dan menjadi juara pada 1984.


Via: Perancis 2016: 24 Negara, 10 Stadion

Sunday, July 1, 2012

Terwujudnya Mimpi Warriors


Manila - Butuh tiga musim bagi Indonesia Warriors untuk bisa menyabet gelar juara ASEAN Basketball League (ABL). Keberhasilan mereka mewujudkan mimpi mereka ini adalah buah dari kerja keras.

Warriors tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen dengan skor total 2-1 di babak final yang memakai sistem best of three. Dalam game penentuan yang digelar di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), tim asuhan Todd Purves itu menang satu bola 78-76.

Ini adalah gelar pertama buat Warriors. Di musim pertama, saat masih memakai nama Satria Muda Britama, mereka harus puas jadi runner-up karena ditundukkan Philippine Patriots di final. Semusim berikutnya, mereka malah gagal lolos ke babak play-off.

"Musim pertama kita masuk final, tapi kalah. Di musim kedua, saat itu jadwal ABL dan NBL sama, makanya kita merosot. Di musim ketiga, kita berpikir bahwa tim yang bertanding di ABL dan NBL harus dipisah, dan harus disiapkan sendiri-sendiri," ungkap pemilik Warriors, Erick Thohir, saat ditemui seusai pertandingan.

"Di sini kita bukan cuma membawa nama Warriors, tapi juga nama Indonesia. Itu yang berat. Persiapan kita lebih bagus dari musim kedua karena tim kita terpisah," jelasnya.

Erick menambahkan, Warriors bisa juara karena berani bermimpi. Kendati harus menghadapi lawan-lawan tangguh se-ASEAN, timnya mau bekerja keras demi mengejar kejayaan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, pelatih, para partner untuk bisa membawa mimpi Indonesia menjadi juara. Misi Indonesia Warriors dan Satria Muda kan sama, yaitu juara Indonesia, Indonesia juara. Ini yang harus kita wujudkan," tuturnya.

"Kita harus membuat mimpi kita sendiri, jangan melihat mimpi orang terus. Kita harus membuat mimpi kita dan kita harus berusaha. Insya Allah kalau kita serius, kita fokus, kita fight, akan dikasih jalan," kata Erick.


Via: Terwujudnya Mimpi Warriors