Tuesday, July 3, 2012

Fabregas: Brasil? Lihat Nanti


MADRID, KOMPAS.com - Spanyol menjadi tim pertama yang menjuarai tiga ajang besar secara beruntun, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Menurut gelandang Cesc Fabregas, Spanyol berpotensi mempertahankan dominasi mereka untuk jangka panjang, karena banyak pemain yang tampil di Piala Eropa 2012 berusia 23-25 tahun.

"Sebagian besar dari kami berusia 23-25 tahun. Bisa tampil di level tinggi dalam usia itu adalah pengalaman berharga," ujar Fabregas.

"Kami beruntung mendapatkan pengalaman bagus ketika berusia 21 tahun. Semoga itu dan sukses yang telah kami raih akan menjadikan kami lebih baik ketika berusia 27 dan 29 tahun."

"Dari segi usia, kami bisa terus berada di level ini untuk waktu yang lama, tetapi pada saat yang sama, kita akan lihat dalam kondisi apa kami tiba di Brasil," tuturnya.


Via: Fabregas: Brasil? Lihat Nanti

Aji: Saya Tahu Kekuatan Australia


JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Aji Santoso, mengaku mengetahui kualitas skuad Australia yang akan tampil di babak kualifikasi Grup E Piala Asia U-22 di Pekanbaru, pada 5 hingga 15 Juli.

Dalam turnamen itu, "The Socceroos" menurunkan pemain muda yang sebagian besar berkompetisi di Liga Utama Australia. Dua di antara 23 pemain Australia itu bermain di Premier League, yaitu Giancarlo Gallifuoco (Tottenham Hotspur) dan Aaron Lennox (Queens Park Rangers).

"Saya sudah siapkan strategi dan sudah tahu gambaran kekuatan mereka (Australia). Skuad mereka cukup kuat, karena diperkuat dua pemain yang bermain di Premier League, dan materi pemain-pemainnya bermain di kompetisi tertinggi di Australia," ungkap Aji saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Meski demikian, Aji mengaku yakin anak asuhnya tetap akan berjuang dalam laga yang akan diselenggarakan di Stadion Utama Riau, pada Kamis (5/7/2012). Andik Vermansyah dan kawan-kawan, kata dia, akan tetap tampil maksimal dalam laga tersebut.

"Siapa pun lawannya, kita akan lawan dengan fighting spirit yang besar. Kita akan tetap berjuang mendapatkan hasil yang terbaik dengan keterbatasan ini," harap Aji.

Babak kualifikasi Piala Asia U-22 secara keseluruhan akan diikuti 41 negara yang dibagi ke dalam tujuh grup di Zona Timur dan Zona Barat. Indonesia dan Australia berada di Grup E bersama dengan Jepang, Singapura, Makau, dan Timor Leste.


Via: Aji: Saya Tahu Kekuatan Australia

September, Vitali Klitschko Naik Ring Lagi


Kiev - Vitali Klitschko akan kembali bertanding pada bulan September mendatang. Juara dunia tinju kelas berat versi WBC itu akan ditantang oleh petinju Jerman, Manuel Charr.

Duel Klitschko versus Charr akan dihelat di Olympic Indoor Arena, Moskow, 8 September mendatang. Ini adalah pertarungan kesembilan Klitschko mempertahankan gelarnya sejak merebutnya lagi dari tangan Samuel Peter pada Oktober 2008.

"Charr masih muda, lapar, dan tak terkalahkan," ucap Klitschko di AFP.

"Dia tak takut dengan siapa pun, selalu bergerak maju. Saya tahu bahwa dia akan sangat termotivasi melawan saya dan itulah kenapa saya pastinya tak akan membuat kesalahan dengan meremehkannya," tambah petinju Ukraina yang memegang rekor menang-kalah 44-2
Via: September, Vitali Klitschko Naik Ring Lagi

Lorenzo Terima Permintaan Maaf Bautista


Jakarta - Jorge Lorenzo menyesal telah melontarkan kata-kata keras terkait insiden yang melibatkan dirinya dengan Alvaro Bautista. Pembalap Yamaha itu akhirnya menerima permintaan maaf Bautista.

Perselisihan antara kedua pembalap itu bermula saat Lorenzo ditabrak Bautista di tikungan pertama pada balapan MotoGP Belanda. Akibat kejadian tersebut Lorenzo tak bisa melanjutkan balapan.

Bautista kemudian dapat hukuman berupa keharusan start dari posisi paling belakang di MotoGP Jerman. Namun Lorenzo tidak puas dengan sanksi tersebut, dan menyebut kalau Bautista harusnya dilarang ikut satu seri balapan.

Kini, Lorenzo menyebut kalau dia sudah menerima permintaan maaf Bautista. Secara pribadi dia juga menyesal telah melontarkan pernyataan kasar pada rekan senegaranya itu.

"Soal insiden dengan Alvaro, saya menerima permintaan maafnya. Saya tidak dendam padanya. Itu sebuah kecelakaan dan saya yakin dia tak akan mengulanginya," tulis Lorenzo di halaman Facebook-nya.

"Seperti yang Anda tahu, dalam suasana panas Anda akan mengatakan sesuatu yang tidak akan dikatakan saat Anda dalam kondisi tenang. Kemarin, apa yang saya katakan terlalu berlebihan," lanjut dia di Autosport.

Kekesalahn Lorenzo terhadap Buatista didasari oleh ancaman cedera parah yang mungkin menerpa dirinya. Soalnya akibat kecelakaan tersebut Lorenzo mengalami beberapa cedera, meski tak sampai membuatnya absen di seri berikutnya.

"Saya akan bisa membalap di Jerman, tapi menurut dokter saya sangat nyaris mengalami patah tulang yang bisa membuat saya absen dua pekan," tuntas Lorenzo.


Via: Lorenzo Terima Permintaan Maaf Bautista

Monday, July 2, 2012

Presiden Fenerbahce Dihukum Enam Tahun Penjara


KOMPAS.com - Presiden klub asal Turki Fenerbahce, Aziz Yildirim, dijatuhi hukuman penjara enam tahun dan tiga bulan dalam kasus pengaturan hasil pertandingan, bersama pengurus beberapa klub lain.

Vonis ini dikeluarkan pengadilan di Turki, hari Senin (2/7/2012), setahun setelah polisi menahan tak kurang dari 93 orang dalam kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola di negara tersebut.

Hakim memutuskan Yildirim, satu di antara empat tersangka yang masih mendekam di penjara, terbukti bersalah mengatur hasil enam pertandingan dan menawarkan uang ke pemain dan pengurus klub.

Dakwaan jaksa menyebutkan, selain mengatur hasil pertandingan, Yildirim memiliki jaringan untuk mendukung kegiatan tersebut. Ia menolak semua dakwaan jaksa walaupun pihak penuntut menyertakan bukti rekaman yang diduga melibatkan pemain dan wasit yang disuap.

Bebas

Meski dinyatakan bersalah dan divonis hukuman penjara, Yildirim justru bebas terhitung mulai Senin (02/07) karena ia telah ditahan sejak setahun lalu. Sistem hukum Turki memungkinkan pengadilan membebaskan terdakwa setelah yang bersangkutan menjalani sebagian masa hukuman.

Yildirim dan beberapa terdakwa lain diperkirakan akan mengajukan banding. Jika ia kalah di tingkat banding ada kemungkinan ia harus menjalani sisa hukuman.

Kasus yang menimpa Yildirim membuat Fenerbahce dicoret dari Liga Champions musim pertandingan lalu.

Selain di Turki, kasus-kasus pengaturan hasil pertandingan juga terjadi di Italia, Israel, Finlandia, dan Yunani di tengah upaya gencar UEFA menekan kasus ini di Eropa. UEFA mengeluarkan dana jutaan dolar untuk memantau perusahaan taruhan dan menyelidiki kasus-kasus dugaan suap terhadap pemain dan wasit.


Via: Presiden Fenerbahce Dihukum Enam Tahun Penjara

"Timnas Spanyol Bukan Sekadar Pesepak Bola Hebat"


KOMPAS.com - Tim nasional sepak bola merayakan kemenangan di jalanan Madrid, Senin (2/7/2012), usai mengalahkan Italia dengan skor 4-0 di laga final Piala Eropa 2012 di Kiev, sehari sebelumnya. Mereka disambut terlebih dulu di Istana Zarzuela oleh Raja Spanyol, Juan Carlos, lalu bergerak ke Plaza de Cibeles untuk menggelar pesta bersama masyarakat Spanyol.

Kiper timnas Spanyol, Iker Casillas, mengatakan bahwa dirinya sangat bangga bisa kembali memenangi gelar juara Eropa bersama timnya dan menyatakan bahwa kemenangan ini adalah persembahan untuk masyarakat Negeri Matador. Bagi Casillas pula, timnas ini bukan sekadar berisi para pesepak bola yang hebat.

"Saya sangat terhormat bisa menjadi kapten tim ini yang tak hanya terdiri dari para pemain sepak bola yang luar basa, namun juga pribadi-pribadi yang luar biasa. Senang berada di sini. (Kemenangan) ini untuk Anda dan untuk bisa Anda nikmati," ungkapnya seperti dilansir oleh Marca.

Masyarakat Madrid, dan sejumlah kota di sekitarnya, tumpah ruah di jalanan utama Spanyol, sekitar Calle Princesa dan Gran Via, untuk menyambut para pahlawan "La Furia Roja". Dengan atribut-atribut merah kuning, mereka sangat bergembira atas kemenangan tersebut.

Kiper cadangan timnas Spanyol, Pepe Reina mengucapkan terima kasih atas dukungan dari para suporter bertahun-tahun. Dukungan itu yang membuat sepak bola Spanyol bisa bangkit dan menikmati tiga gelar turnamen besar berturut-turut, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

"Kami adalah tim legendaris," serunya.

Dia lalu melontarkan pujiannya kepada pelatih Vicente Del Bosque yang juga menjadi legenda karena berhasil membawa timnas berjaya di Piala DUnia 2010 dan Piala Eropa 2012.

"Kekuatan yang mendorong tim dari belakang, orang yang sabar, yang membawa kebaikan dan kebijaksanaan di tengah tim. Saya pikir dia satu-satunya pelatih yang memenangi Piala Dunia dan gelar juara Eropa," tutur kiper Liverpool ini.


Via: "Timnas Spanyol Bukan Sekadar Pesepak Bola Hebat"

Ekspresi Pemain: Dari Kemarahan hingga Kejemawaan


KOMPAS.com - Perhelatan Piala Eropa 2012 menyisakan berbagai ingatan atas pernyataan dan ekspresi pemain selama turnamen akbar itu. Ketegangan, tekanan yang dihadapi pemain, semua tergambar dalam rekaman pernyataan sekaligus ekspresi pemain selama berlangsungnya Euro 2012 itu.

Anda pasti masih ingat bagaimana ekspresi Samir Nasri setelah mencetak gol ke gawang Inggris. Gelandang Perancis itu langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir seolah ingin mengatakan, Tutup mulutmu! Pelatih Perancis Laurent Blanc pun berkomentar, (Perilaku itu) Tidak baik untuk citra Nasri dan begitu juga bagi tim.

Lolosnya Yunani ke perempat final juga bermakna banyak bagi negeri yang tengah dilanda krisis ekonomi sangat berat itu. Kami ingin memberikan sesuatu yang menggembirakan kepada siapa pun di rumah kami, sesuatu untuk dirayakan. Semua orang di Yunani, bahkan keluarga-keluarga kami, teman-teman kami, saudara-saudara kami, sepupu-sepupu kami, semua orang, tengah menjalani masa-masa sulit, ungkap gelandang Yunani, Kostas Katsouranis, ketika ditanya apa makna lolosnya Yunani ke perempat final Piala Eropa 2012.

Sebaliknya, Pelatih Yunani yang berasal dari Portugal, Fernando Santos, menimpali lolosnya Yunani ke perempat final sebagai saat untuk menegakkan kembali kehormatan Yunani, yang terus ditekan Uni Eropa untuk menyeimbangkan anggaran belanja dengan pendapatannya. Setiap orang harus menghormati Yunani karena sejarahnya dan prinsip-prinsip demokrasi, ilmu pengetahuan. Semua dimulai dari Yunani. Karena itu, sangat sulit bagi siapa pun untuk mengajari kami, ujarnya.

Pernyataan serupa disampaikan Pelatih Spanyol Vicente del Bosque mengenai spekulasi tim Spanyol bisa kembali menjadi juara Piala Eropa. Hal itu akan memberikan sejumlah sinyal ke negeri kami bahwa kita bergerak ke arah yang benar. Jika sukses ini bisa diteruskan ke masyarakat, akan luar biasa, ujarnya berharap kesulitan finansial Spanyol bisa diatasi.

Lain lagi dengan Cristiano Ronaldo. Begitu seringnya media massa membanding-bandingkan dia dengan Lionel Messi membuat Ronaldo pun terbawa untuk membandingkan pencapaian dirinya di Piala Eropa dengan pencapaian Messi. Tahukah kamu apa yang dia (Messi) lakukan pada saat seperti ini tahun lalu? Dia harus keluar dari Copa America di perempat final, kata Ronaldo merespons pertanyaan soal pendukung Denmark yang terus meneriakkan nama Messi, menyusul kegagalan dia mencetak gol saat melawan Denmark. Partai itu dimenangi Portugal 3-2 sehingga Ronaldo terus melangkah ke semifinal.

Ungkapan frustrasi juga diutarakan penyerang Belanda, Klaas-Jan Huntelaar, setelah lebih sering dijadikan pemain cadangan oleh Pelatih Bert van Marwijk. Saya sudah mengatakannya, saya kecewa dan marah! tegasnya.

Namun bukan hanya ungkapan pengharapan atau kejengkelan yang terekam dari Piala Eropa 2012. Ungkapan penuh jemawa dan bangga dari pemain pun terdengar di Euro 2012.

Saya seorang lelaki. Saya bisa jadi Peter Pan karena saya suka melakukan hal-hal seperti keinginan saya. Saya punya jiwa bebas. Saya mencetak dua gol di depan ibu saya dan saya ingin mencetak gol di depan ayah saya di Kiev, di final. Momen yang paling saya sukai adalah saat saya memeluk ibu setelah pertandingan, ujar penyerang Italia, Mario Balotelli, seusai melesakkan dua gol kemenangan Italia atas Jerman di semifinal.

Kita bicara mengenai sebuah generasi hebat sepak bola. Mereka memiliki akar, tahu bagaimana bermain bersama karena mereka datang dari sebuah negeri di mana mereka belajar bermain dengan selayaknya. Ini sebuah era hebat sepak bola Spanyol, kata Del Bosque. (AFP/OKI)


Via: Ekspresi Pemain: Dari Kemarahan hingga Kejemawaan